Tips Bisnis Selama PPKM Darurat!

PPKM darurat Jawa Bali resmi diterapkan mulai dari 3 Juli 2021 dan sampai sekarang masih diperpanjang. Kebijakan ini dilakukan guna menekan laju covid-19, khususnya di pulau Jawa dan Bali.

Kebijakan tersebut tentu berdampak pada sejumlah sektor, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Salah satu dampak PPKM darurat bagi pelaku UMKM adalah terbatasnya mereka dalam menjual produk mereka secara offline. Hal itu disebabkan oleh beberapa aturan yang harus dituruti selama PPKM darurat berlangsung.

Adapun beberapa aturan tersebut adalah Mall wajib tutup selama PPKM darurat berlangsung, Toko kelontong dan supermarket hanya boleh beroperasi sampai jam 8 malam, serta hanya boleh menampung maksimal 50 persen dari kapasitas, Tempat makan hanya boleh menerima pesanan delivery atau take away.

Masa PPKM seperti sekarang mau tak mau membuat pihak UMKM mesti beradaptasi. Terutama, jika mereka ingin tetap mendapatkan penghasilan.

Salah satu bentuk adaptasi yang bisa dilakukan adalah mengubah strategi penjualan produk. Dengan menyesuaikan strategi penjualan, pelaku UMKM bisa tetap mendapatkan uang, kendati tengah berada dalam masa PPKM darurat Jawa Bali.

Dibawah ini, ada beberapa tips jualan yang tepat untuk para pelaku UMKM. Beberapa tips tersebut sangat cocok diterapkan di masa PPKM seperti sekarang.

1.Utamakan Menjual Barang yang Amat Dibutuhkan Serta Gunakan Olshop dan Medsos

Utamakan Menjual Barang yang Amat Dibutuhkan Serta Gunakan Olshop dan Medsos

Selama PPKM berlangsung, disarankan untuk menjual barang – barang yang tengah dibutuhkan. Semisal makanan, pakaian, ataupun masker. Barang-barang semacam itu kini tengah dicari oleh masyarakat.

Selain berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar, melakukan tips semacam ini juga bisa membantu masyarakat di luar sana. Terutama, saat mereka hendak membutuhkan barang – barang tersebut.

Agar barang yang dijual makin laku dan bisa menjangkau banyak orang, usahakan untuk membuat toko online. Toko online sendiri bisa menjadi etalase bagi para pelaku UMKM untuk memajang barang-barang yang dijual.

Pastikan setiap barang yang dipasang diberi deskripsi yang lengkap. Mulai dari spesifikasi barang hingga harganya. Hal itu dilakukan agar pembeli mendapatkan informasi yang jelas soal barang-barang tersebut.

Selain situs marketplace, media sosial adalah alat lainnya yang bisa dipakai. Instagram, WhatsApp, Tiktok dan Facebook adalah beberapa media sosial yang direkomendasikan.

Dibanding marketplace, media sosial sebetulnya lebih mudah diakses. Sebab, semua orang pasti punya media sosial, sedangkan marketplace tidak semua orang akan mengaksesnya.

Rajin-rajinlah mempromosikan produk di media sosial, agar bisa mendapatkan perhatian orang banyak. Sebagai saran, lakukanlah promosi tiga kali dalam sehari, mulai dari pagi, siang, hingga malam.

Seimbangkan pula dengan membuat postingan yang bermanfaat. Seperti tips dan trik atau manfaat suatu barang. Pastikan postingan tersebut masih relevan dengan barang yang tengah dijual.

Hindari melakukan spam, baik lewat kolom komentar maupun DM media sosial. Melakukan hal semacam itu bukannya membuat produk terjual, namun malah mengurangi reputasi pelaku UMKM.

2.Tingkatkan Kualitas Produk, Pelayanan dan Turunkan Sedikit Harga Produk

Tingkatkan Kualitas Produk, Pelayanan dan Turunkan Sedikit Harga Produk

Selama melakukan promosi, pelaku UMKM juga wajib melakukan peningkatan kualitas pada produk yang dijual. Hal ini dilakukan agar pelanggan tetap puas membeli produk pelaku UMKM.

Pastikan peningkatan kualitas produk mencakup semua aspek. Mulai dari kebersihan produk, hingga pengemasan produk itu sendiri.

Tak hanya kualitas, pelayanan pun juga perlu ditingkatkan. Selain membuat pembeli puas, meningkatkan pelayanan juga akan membuat pelaku UMKM mampu mengirimkan produknya dengan lebih baik.

Salah satu upaya peningkatan pelayanan adalah membuat pelayanan secepat mungkin, agar barang bisa segera sampai ke pelanggan. Selain itu, cobalah lebih ramah ke pelanggan agar mereka makin nyaman dan loyal kepada pelaku UMKM.

Walau mungkin berat dilakukan, tips jualan ini tetap layak dilakukan apalagi di masa PPKM darurat Jawa Bali seperti sekarang. Mungkin awalnya akan terasa berat di awal saat melakukan tips ini. Namun, tips ini punya beberapa potensi baik yang bisa pelaku UMKM rasakan.

Sedikit menurunkan harga jual akan membuat pembeli lebih mudah mendapatkan barang yang dijual pelaku UMKM. Sebagaimana yang kita tahu, masa-masa PPKM seperti sekarang membuat orang tidak memiliki banyak uang untuk belanja.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kalian coba terapkan untuk berbisnis di masa PPKM Darurat. Semoga bermanfaat.

Anda mungkin juga suka...