Transaksi Jual Beli Saham Fintech Diprediksi Tembus 9 Juta

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) memperkirakan transaksi jual beli saham menggunakan financial technology (Fintech) hingga akhir tahun bisa mencapai 9 juta transaksi. “Saya diberitahu bahwa jumlah transaksi melalui Fintech saja diperkirakan 9 juta transaksi untuk membeli dan menjual saham pada akhir tahun 2021,” kata bos pasar modal Aftech Muhammad Hanif dan co-founder dan direktur Tanamduit Muhammad Hanif di sebuah lokakarya media. . , Jumat (19 November).

 Berdasarkan perhitungan Anda, rata-rata transaksi saham melalui Fintech bisa menjadi 37.000 transaksi per hari, angka ini berdasarkan hitungan 20 hari per bulan. “Itu angka yang sangat terhormat dan akan terus meningkat,” kata Hanif.

 Ia menilai edukasi tentang pemanfaatan fintech kepada masyarakat perlu ditingkatkan, seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, transaksi saham melalui fintech juga akan meningkat. Saat ini, lanjut Hanif, ada beberapa tantangan dalam perkembangan financial technology di pasar modal. Pertama, masyarakat menganggap aplikasi fintech cukup rumit. “Data yang harus diisi terlalu banyak. Orang mengira data yang dibutuhkan terlalu tinggi dan takut akan pemborosan biaya pemasaran untuk pembukaan rekening,” kata Hanif.

 Kedua, transaksi redemption dianggap mahal oleh fintech.Hal ini mengurangi minat investasi pelanggan swasta. “Makanya harus dicari solusi berbasis teknologi untuk mengatasinya,” jelas Hanif. Pada kesempatan yang sama, Marcella Wijayanti, Head of Government-to-person Aftech, mengatakan pemerintah juga sering memanfaatkan layanan fintech untuk menyalurkan bantuan, termasuk dukungan bagi penerima program pra-kartu.

 Dilaporkan bahwa 76 persen dari 5,5 juta penerima kartu pra-pembelian menggunakan dompet elektronik alih-alih rekening biasa.

 “Karena uangnya mudah masuk, bisa langsung pakai melalui Gopay, Ovo, LinkAja. Kalau dapat bantuan bisa langsung dipakai, tidak bisa kemana-mana lagi,” kata Marcella. Selain itu, Marcella mengatakan beberapa pemerintah daerah (Pemda) telah menerapkan elektronik dalam beberapa transaksi belanja dan pendapatan daerah.

 Kemudian 48,8 persen dari pajak kota dan 17,8 persen dari biaya pengguna terhubung ke sistem elektronifikasi. Menurut Marcella, ada tiga alasan mengapa penting bagi pemerintah daerah untuk menerapkan elektrifikasi dalam penyediaan layanan publik: Pertama, elektrifikasi dapat meningkatkan pendapatan daerah. Kedua, mendorong peningkatan kebijakan dan layanan berbasis data; dan ketiga, mempercepat penetrasi ekonomi digital.

 Ketua Dewan Direksi Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Rudiantara, mengumumkan nilai kapitalisasi pasar industri financial technology (fintech) di Amerika Serikat (AS) mencapai $1,2 triliun pada 2020.Angka ini menghitung nilai kapitalisasi pasar sistem pembayaran.

 “Selain sistem pembayaran, 2000 tidak ada. 2010 (nilai kapitalisasi pasar) Rp 100 miliar, 2020 Rp 1,2 miliar, naik dua belas kali lipat,” kata Rudiantara dalam lokakarya media, Jumat (19 November). . .

 Pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar industri tekfin sangat berbeda dengan pertumbuhan sektor perbankan.

Anda mungkin juga suka...